|
Written by Web master
|
|
Wednesday, 12 May 2004 |
|
Persaingan bisnis dalam era globalisasi tanpa batas akan mengedepankan efisiensi, marketable dan profitable. Sehubungan dengan hal tersebut berikut kami menyampaikan salah satu investasi yang sangat menguntungkan, mudah dan aman.
Jati Emas Unggulan merupakan tanaman keras hasil laboraturium proses kultur jaringan dan langsung didatangkan dari Thailand dengan mutu bibit sangat terjamin, sampai saat ini Indonesia masih melakukan percobaan bagaimana hal ini bisa terjadi ( menanam Jati hanya dalam waktu 5 tahun ), memang dari segi kualitas pada umur 5 tahun bila dibandingkan dengan Jati lokal dengan ukuran yang sama akan lebih baik Jati lokal ( ini bila dilihat dari ukuran ), tetapi bila dilihat dari segi umur yang sama dengan Jati lokal, misalkan Jati lokal umur 25 tahun dengan Jati Emas umur 25 tahun jelas kuantitasnya akan jauh lebih besar Jati Emas. Mungkin ini bisa disamakan dengan Ayam negeri ( umur 40 hari ) sama ukurannya dengan Ayam kampung umur 5 bulan. Jati Emas ini ada akibat permintaan pasar akan Kayu Jati meningkat dari tahun ke tahun sedangkan hutan - hutan Jati alam yang ada sudah tidak memadai lagi. Inilah yang mendorong pakar - pakar pertanian di Thailand untuk melakukan percobaan-percobaan.
Pemanfaatan lahan yang belum digarap / lahan menganggur dalam penanaman Jati Emas ini sangat menguntungkan, penanaman dan perawatan yang sangat mudah, tidak rewel dan tahan terhadap penyakit merupakan faktor utama andalan penanaman Jati Emas ini. Bisa dikatakan ini adalah tabungan keluarga masa depan. Disamping tanah yang tidak akan turun harganya dan kualitasnya, juga hasil penjualan Jati Emas yang hampir 100 kali lipat. Dan sekaligus membantu program Pemerintah dalam menggalakkan Hutan Rakyat yang fungsinya selain untuk mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan kayu dengan harga yang tinggi tadi juga sebagai tanaman reboisasi, penahan erosi, tanaman penampung air tanah, penahan banjir dan juga sebagai pohon peneduh dan penyejuk lingkungan yang mampu menyerap racun udara ( CO ) dan memberikan Oksigen murni ( O2 ) lebih besar dibandingkan tanaman komersial lain
Perhitungan atas keuntungan yang akan diperoleh dalam penanaman lahan 1 hektar baik lahan pribadi atau sewa.
Satu hektar lahan membutuhkan 2000 batang bibit ( jarak tanam 2 x 2,5 m ), bila 1 pohon Jati Emas berumur 5 tahun menghasilkan 0.38 kubik dan 1 kubik - nya seharga minimal Rp 3 juta, untuk 1 kubik kayu membutuhkan 3 batang Pohon Jati Emas, maka untuk 2000 bibit Jati Emas menghasilkan +/- 760 kubik kayu Jati Emas, dapat dibayangkan 1 bibit Jati Emas seharga Rp 15.000,00 dalam lima tahun dapat menghasilkan Rp 1.140.000,00 dan untuk 2000 bibit Jati Emas menghasilkan Rp 2,28 milyar, dan ini hanya merupakan perhitungan kasar minimal 1kubik = Rp 3 juta. Belum lagi hasil dari Tumpang Sari tanaman lain selama 5 tahun ( Pisang, Pepaya, Kacang, dsb ) yang tidak akan mempengaruhi pertumbuhan Jati Emas tersebut. Untuk 1 hektar tanah membutuhkan hanya 1 orang karyawan. Bila setiap bulannya membayar Rp 350.000,00 maka dalam satu kali panen hanya membutuhkan biaya Rp 21 juta untuk karyawan. Total biaya yang dibutuhkan selama satu kali panen termasuk bibit Jati Emas dan Tanaman Tumpang Sari hanya +/- Rp 65.000.000,- ini semua akan ter-cover dengan hasil Tumpang Sari setiap tahunnya. Dan perawatan intensif hanya sampai umur 1- 2 tahun. Perhitungan hasil Tumpang Sari, misalkan Tanaman Tumpang Sari berupa Pisang Tanduk 2000 pohon. Penghasilan tahun pertama +/- 8 bulan kemudian, 2000 tandan x Rp 10.000,- = Rp 20.000.000,- , untuk tahun ke-2 dan seterusnya sampai tahun ke-5 ( setiap pohon pisang merumpun dengan 3 tandan per-rumpun ) = 2000 pohon x Rp 10.000,- x 4 tahun x 3 = Rp 240.000.000,- per 4 tahun atau Rp 60.000.000,- pertahun. Dari hasil Tumpang Sari dapat digunakan untuk membayar Karyawan dan perawatan Jati Emas yang sekaligus merawat Tanaman Tumpang Sari. Biaya yang dikeluarkan sebanyak Rp 65.000.000,- selama 5 tahun tidak ada artinya bila dibandingkan penghasilan yang didapat selama 5 tahun ( Rp 2,28 m ditambah Rp 260 juta = Rp 2,54 m ). Pendapatan bersih Rp 2,475 m.
Bila dilihat dari hasil perhitungan diatas tidaklah melepas kemungkinan untuk menyewa atau kontrak lahan, bila kita asumsikan harga sewa / kontrak 1 hektar lahan selama 6 - 7 tahun sebesar +/- Rp 10 juta s/d Rp 30 juta . Maka pendapatan bersih penanaman Jati Emas dengan menyewa 1 hektar lahan dengan harga Rp 30 juta menjadi Rp 2,445 m.
Jati Emas sangat mudah dalam penanaman dan perawatan, tidak rewel dan tahan penyakit, dapat ditanam pada lahan dengan kriteria : * Kondisi tanah : Jati Emas tumbuh di tanah yang memiliki curah hujan 1200-2500 mm / tahun * Temperatur 19 - 36i tumbuh derajat celcius. * Cahaya : 75 - 100 % * Dapat tumbuh disemua jenis tanah dengan ketinggian 0 - 900 m, kecuali tanah gambut / rawa ( untuk tanah antara 1000 - 1100 m akan kami usahakan ). * Ph tanah : 5 - 8 * Salah satu unsur yang paling banyak diserap pohon jati ialah kapur ( Ca ).
Tidak ada aturan khusus dalam penanaman Jati Emas ini, tahap awal hanya melakukan :
* Bila di lahan yang ingin ditanami terdapat pohon rindang tidak perlu dulu ditebang, agar bibit Jati Emas tidak terkena sinar matahari langsung. * Pembuatan lubang ukuran 30x30x30 cm dengan jarak 2 x 2.5m, ini dapat dikerjakan kurang lebih dalam waktu 1 - 2 minggu. * Pengadaan Pupuk kandang, Pupuk kandang yang mudah didapat kotoran Kambing , 1 lubang diberikan +/- 3 kg kotoran kambing. Kotoran kambing dapat diperoleh dari peternak kambing terdekat ( soalnya dari pada tidak terpakai mereka biasanya akan menjual dengan harga murah ). * Tempatkan bibit yang sudah ada pada tempat yang sejuk dan terus disiram sampai proses pembuatan lubang selesai. ( Keadaan ini akan membantu bibit untuk beradaptasi terhadap lingkungan barunya ).
Proses penanaman Jati Emas sama seperti tanaman yang lainnya dan tidak memerlukan keahlian khusus, tetapi disini kami menyediakan beberapa pupuk tambahan, obat dan vitamin untuk ketahanan Jati Emas, dan kami akan membantu mengajari cara penanamannya.
Aturan main penanaman :
* Lubang digali dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm ( lebar dan kedalaman ) dengan jarak 2 x 2,5 m. * Pada saat penggalian lubang, tanah galian dibagi 2 bagian ( dipisah ) ; 15 cm tanah atas ditaruh disebelah kanan dan 15 cm tanah yang bawah sebelah kiri ( ini dilakukan agar pada saat penanaman tidak tertukar antara tanah atas dan tanah bawah ). * Diamkan kurang lebih selama 3 - 5 hari agar gas yang ada pada tanah menguap dan ini sangat berpengaruh pada tanaman. * Gunting separuh daun - daun yang ada pada bibit dan sisakan 2 daun ( hal ini dilakukan agar konsentrasi pertumbuhan pada saat tanam ada pada daun baru ). * Setelah 3 - 5 hari ( tahap penanaman ), 1. Campur tanah yang bagian atas dengan pupuk kandang dan dimasukkan kedalam lubang, yang sebelumnya sekitar lubang bagian dalam sudah ditaburi furadan +/- 1 sendok teh. 2. Setelah itu campurkan vitamin ( 1 tutup botol dengan 10 liter air ) dan siramkan pada campuran tanah dan pupuk kandang yang telah dimasukkan kedalam lubang sebanyak 2 gayung dan diaduk. 3. Masukkan bibit dan taruh pupuk tambahan sejajar dengan tajuk daun. 4. Timbun lubang dengan tanah bagian bawah pada saat penggalian awal. 5. Setelah lubang tertutup, siramkan dengan obat anti penyakit dan hama ( 1 tutup botol dengan 10 liter air ) sebanyak 2 gayung. * Proses perawatan . 1. Potong tunas - tunas baru agar konsentrasi pertumbuhan ada pada batang ( lurus keatas ), hal ini terus dilakukan sampai sampai kurang lebih berumur 1 tahun. 2. Setiap 3 bulan sekali ulangi pemberian pupuk tambahan. 3. Periksa keadaan daun bagian bawah, bila terdapat bintik - bintik putih ( serbuk ) semprot daun bagian bawah dengan obat hama biasa digunakan decis.
Keadaan Jati Emas di lahan Anda akan kami kontrol setiap bulannya mulai dari 0 bulan tanam sampai panen dan bila terjadi hal - hal yang aneh dengan Jati Emas Anda, Anda dapat menghubungi kami kapan saja dan kami akan melihat dan membantu memecahkan masalahnya.
Jati Emas merupakan tanaman keras yang kemungkinan kegagalannya kecil sehingga untuk persentase tingkat keberhasilan tinggi, hal ini tentu didukung dengan kesungguhan, keseriusan, kemauan, kedisiplinan dan pengetahuan Agribisnis yang memadai ( untuk hal yang terakhir akan ada bila point - point sebelumnya sudah kita miliki ), biar bagaimanapun sesuatu yang kita tekuni akan menghasilkan hasil yang memuaskan. Lahan bekas tanaman Jati Emas tidak akan bermasalah, dan biasanya pembeli hanya membeli batangnya saja sedangkan akarnya kita dapat jual kembali.
Kami akan membantu pemasaran agar mempermudah menjual hasil panen Jati Emas Anda. Biasanya Kayu Jati sudah ditunggu oleh Assosiasi Mebel dan Furniture. Aspek Pasar dari Jati Emas sangat terbuka luas dan sangat dibutuhkan sebagai komoditas ekspor maupun pasar lokal. Kebutuhan Jati domestik mencapai 2,5 juta m3, tetapi kemampuan suplai baru mencapai 800.000 m3 ( Data Departemen Pertanian thn 2000 ). Kurangnya Stock Jati di hutan - hutan alam dan pemberlakuan sertifikat Ecolabelling serta kejelasan identitas Kayu Jati bagi kebutuhan Ekspor merupakan pertimbangan khusus bagi jalannya usaha pembudidayaan Jati Emas ini. Kami akan memberikan sertifikat atas tanaman Jati Emas Anda yang isinya meliputi Pemilik, Mulai tanam, Jenis Jati.
Kami menyediaan Bibit Jati Emas Unggulan, dan jasa perawatan bibit Jati Emas mulai dari penanaman bibit sampai panen, juga membantu memasarkan hasil panen Jati Emas tersebut ( untuk hal yang terakhir ini adalah merupakan hal yang sangat penting untuk apa menanam bila hasilnya tidak dapat dipasarkan ), semua ini sudah termasuk harga per-bibit Jati Emas Rp 15,000.00. Sebagai tambahan Jati Emas ini bijinya tidak dapat dibibitkan kembali, dan bila ingin dibibitkan kembali umur panennya tidak bisa mencapai lima tahun ( sudah seperti Jati Lokal ).
Tidak ada batas minimal dalam pembelian bibit tetapi kami hanya dapat mengirimkan bibit secara gratis bila pembelian diatas 1000 bibit ( P. Jawa ) , 2000 bibit ( Luar Jawa ) dan bila ada kerusukan bibit selama pengiriman tanggung jawab kami.
Banyak bibit Jati Emas yang sudah beredar karena pembibitan ulang tadi, tetapi untuk yang bisa mencapai hasil seperti diatas hanya kami yang dapat menjaminnya ( dalam waktu 3 bulan dari penanaman bibit Jati Emas akan mencapai ketinggian 3 meter ). Dan kami akan mengirim tenaga ahli apabila terjadi hal-hal aneh terhadap tanaman Jati Emas Anda.
Namun bagi yang tidak memiliki waktu, tenaga dan fikiran untuk beragribisnis Jati Emas, kami menyediakan sarana untuk menjadi investor Jati Emas, dengan bentuk penanaman dana kami sebesar Rp 150 juta, dengan masa kontrak 5 tahun kami akan memberikan tanah seluas 1 hektar ( bersertifikat ) dengan bibit sebanyak 2000 pohon Jati Emas dan tanaman tumpang sari, mulai tahun kedua investor akan menerima penghasilan Tumpang sari dengan pembagian 40:40:20 ( investor : pengelola : perawatan ), serta penghasilan dari Jati Emas seluas 1 hektar dan tanah seluas 1 hektar bersetifikat akan menjadi milik investor. Perjanjian lengkap, aman dan jelas Hak dan kewajiban di Notaris. Lokasi tanam di Cikidang - Sampora Sukabumi.
|
|
Last Updated ( Tuesday, 17 February 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 12 April 2004 |
|
1. PENDAHULUAN Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi. PT. Natural Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa sawit secara Kuantitas, Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).
II. SYARAT PERTUMBUHAN 2.1. Iklim Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm. Temperatur optimal 24-280C. Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m dpl. Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan. 2.2. Media Tanam Tanah yang baik mengandung banyak lempung, beraerasi baik dan subur. Berdrainase baik, permukaan air tanah cukup dalam, solum cukup dalam (80 cm), pH tanah 4-6, dan tanah tidak berbatu. Tanah Latosol, Ultisol dan Aluvial, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit.
III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA 3.1. Pembibitan 3.1.1. Penyemaian Kecambah dimasukkan polibag 12x23 atau 15x23 cm berisi 1,5-2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Kecambah ditanam sedalam 2 cm. Tanah di polibag harus selalu lembab. Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan. Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40x50 cm setebal 0,11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0,5 tutup per liter air. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90x90 cm.
3.1.2. Pemeliharaan Pembibitan Penyiraman dilakukan dua kali sehari. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Bibit tidak normal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan. Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut :
Pupuk Makro | | > 15-15-6-4 | Minggu ke 2 & 3 (2 gram); minggu ke 4 & 5 (4gr); minggu ke 6 & 8 (6gr); minggu ke 10 & 12 (8gr) | | > 12-12-17-2 | Mingu ke 14, 15, 16 & 20 (8 gr); Minggu ke 22, 24, 26 & 28 (12gr), minggu ke 30, 32, 34 & 36 (17gr), minggu ke 38 & 40 (20gr). | | > 12-12-17-2 | Minggu ke 19 & 21 (4gr); minggu ke 23 & 25 (6gr); minggu ke 27, 29 & 31 (8gr) | | > POC NASA | Mulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali). |
Catatan : Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPER NASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman
3.2. Teknik Penanaman 3.2.1. Penentuan Pola Tanaman Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.
3.2.2. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50x40 cm sedalam 40 cm. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. Jarak 9x9x9 m. Areal berbukit, dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi lereng.
3.2.3. Cara Penanaman Penanaman pada awal musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur. Sehari sebelum tanam, siram bibit pada polibag. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman. Segera ditimbun dengan galian tanah atas. Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.
3.3. Pemeliharaan Tanaman 3.3.1. Penyulaman dan Penjarangan Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan. Populasi 1 hektar + 135-145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari.
3.3.2. Penyiangan Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma.
3.3.3. Pemupukan
3.3.4. Pemangkasan Daun Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu: a. Pemangkasan pasir Membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan. b. Pemangkasan produksi Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan. c. Pemangkasan pemeliharaan Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai.
3.3.5. Kastrasi Bunga Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.
3.3.6. Penyerbukan Buatan Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah, dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga. a. Penyerbukan oleh manusia Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka, warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir.
Cara penyerbukan: 1. Bak seludang bunga. 2. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium, semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer. b. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar, bentuk buah lebih sempurna, produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%.
3.4. Hama dan Penyakit 3.4.1. Hama a. Hama Tungau Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Bagian diserang adalah daun. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.
b. Ulat Setora Penyebab: Setora nitens. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona.
3.4.2. Penyakit a. Root Blast Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Bagian diserang akar. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO.
b. Garis Kuning Penyebab: Fusarium oxysporum. Bagian diserang daun. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal.
c. Dry Basal Rot Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian diserang batang. Gejala: pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering; daun muda mati dan kering. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit. Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .
3.5. Panen 3.5.1. Umur Panen Mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.
|
|
Last Updated ( Tuesday, 17 February 2009 )
|
|