Newsflash

BUKIT HIJAU AGRO NURSERY

Menjual Berbagai Jenis Tanaman Diantaranya:

Tanaman Buah,Tanaman Hias,Tanama Hutan

 

 

Who's Online

Daftar






Lost Password?
No account yet? Register

Pilih Template

estime_greenforest

Sekilas Info

BIBIT MAHONI (Mahogani T.G) -

SUDAH SAATNYA KITA MENANAM MULAI SEJAK DINI...

 



BIBIT JATI (Techtona Grandis) -

BUKIT HIJAU AGRO NURSERY

Jl.RAYA PDG-BUKITTINGGI KM 55 KAYUTANAM,SAMPING KANAN KOMPLEKS SMU PLUS INS KAYUTANAM, KAB.PADANG PARIAMAN-SUMBAR. Telpon 07517733331   www.bukit-hijau.comyr.com

 



BIBIT COKLAT (Cacao SP) -

BUKIT HIJAU AGRO NURSERY

Menjual Berbagai Jenis Tanaman Diantaranya:

Tanaman Buah,Tanaman Hias,Tanama Hutan

 




Get This? Newsflash Scroller PRO for Mambo 4.5.1, © 2004 webraydian.com
BIBIT KARET MALAYSIA
Written by Administrator   
Wednesday, 12 May 2004



PEMBUDIDAYAAN KARET MALAYSIA 

Minggu, 2009 Pebruari 15

Oleh: INDRA FATRA HARIYANTO

BP : 0710031

Prody : Jayanusa Information System

STMIK JAYANUSA PADANG


BUDIDAYA KARET

Produktifitas Usaha Tani Karet

Tanaman karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang menduduki posisi
cukup penting sebagai sumber devisa non migas bagi Indonesia, sehingga memiliki
prospek yang cerah. Oleh sebab itu upaya peningkatan produktifitas usahatani karet
terus dilakukan terutama dalam bidang teknologi budidayanya .

SYARAT TUMBUH

Tanaman karet dapat tumbuh baik dan berproduksi yang tinggi pada kondisi tanah
dan iklim sebagai berikut: Di dataran rendah sampai dengan ketinggian 200 m diatas permukaan laut,suhu optimal 280 c. Jenis tanah mulai dari vulkanis muda, tua dan aluvial sampai tanah gambut dengan drainase dan aerase yang baik, tidak tergenang air. pH tanah bervariasi dari 3,0-8,0  Curah hujan 2000 - 4000 mm/tahun dengan jumlah hari hujan 100 -150 hari.

Karet cukup baik dikembangankan di daerah lahan kering beriklim basah. Tanaman karet memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan komoditas lainnya, yaitu: dapat tumbuh pada berbagai kondisi dan jenis lahan, serta masih mampu dipanen hasilnya meskipun pada tanah yang tidak subur, Mampu membentuk ekologi hutan, yang pada umumnya terdapat pada daerah lahan kering beriklim basah, sehingga karet cukup baik untuk menanggulangi lahan kritis, Dapat memberikan pendapatan harian bagi petani yang mengusahakannya, dan Memiliki prospek harga yang cukup baik, karena kebutuhan karet dunia semakin meningkat setelah China membuka pasar baru bagi karet Indonesia.

P E M B I B I T A N

Perbanyakan tanaman karet dapat dilakukan secara generatif maupun vegetatif. Namun demikian, cara perbanyakan yang lebih menguntungkan adalah secara vegetatif yaitu dengan okulasi tanaman. Okulasi sebaiknya dilaksanakan pada awal atau akhir musim hujan dengan tahapan sbb: 

1. Buatlah jendela pada batang bawah dengan ukuran panjang 5 cm dan lebar 1/2 - 3/4 cm

2. Buatlah perisai pada entres dengan ukuran lebih kecil dari jendela dan mata diambil dari ketiak daun.

Last Updated ( Tuesday, 17 February 2009 )
Read more...
 
BIBIT JATI EMAS SUPER
Written by Web master   
Wednesday, 12 May 2004

Persaingan bisnis dalam era globalisasi tanpa batas akan mengedepankan
efisiensi, marketable dan profitable. Sehubungan dengan hal tersebut berikut
kami menyampaikan salah satu investasi yang sangat menguntungkan, mudah dan
aman.

Jati Emas Unggulan merupakan tanaman keras hasil laboraturium proses kultur
jaringan dan langsung didatangkan dari Thailand dengan mutu bibit sangat
terjamin, sampai saat ini Indonesia masih melakukan percobaan bagaimana hal
ini bisa terjadi ( menanam Jati hanya dalam waktu 5 tahun ), memang dari
segi kualitas pada umur 5 tahun bila dibandingkan dengan Jati lokal dengan
ukuran yang sama akan lebih baik Jati lokal ( ini bila dilihat dari ukuran
), tetapi bila dilihat dari segi umur yang sama dengan Jati lokal, misalkan
Jati lokal umur 25 tahun dengan Jati Emas umur 25 tahun jelas kuantitasnya
akan jauh lebih besar Jati Emas. Mungkin ini bisa disamakan dengan Ayam
negeri ( umur 40 hari ) sama ukurannya dengan Ayam kampung umur 5
bulan.
Jati Emas ini ada akibat permintaan pasar akan Kayu Jati meningkat dari
tahun ke tahun sedangkan hutan - hutan Jati alam yang ada sudah tidak
memadai lagi. Inilah yang mendorong pakar - pakar pertanian di Thailand
untuk melakukan percobaan-percobaan.

Pemanfaatan lahan yang belum digarap / lahan menganggur dalam penanaman Jati
Emas ini sangat menguntungkan, penanaman dan perawatan yang sangat mudah,
tidak rewel dan tahan terhadap penyakit merupakan faktor utama andalan
penanaman Jati Emas ini. Bisa dikatakan ini adalah tabungan keluarga masa
depan. Disamping tanah yang tidak akan turun harganya dan kualitasnya, juga
hasil penjualan Jati Emas yang hampir 100 kali lipat. Dan sekaligus membantu
program Pemerintah dalam menggalakkan Hutan Rakyat yang fungsinya selain
untuk mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan kayu dengan harga yang
tinggi tadi juga sebagai tanaman reboisasi, penahan erosi, tanaman penampung
air tanah, penahan banjir dan juga sebagai pohon peneduh dan penyejuk
lingkungan yang mampu menyerap racun udara ( CO ) dan memberikan Oksigen
murni ( O2 ) lebih besar dibandingkan tanaman komersial lain

Perhitungan atas keuntungan yang akan diperoleh dalam penanaman lahan 1
hektar baik lahan pribadi atau sewa.

Satu hektar lahan membutuhkan 2000 batang bibit ( jarak tanam 2 x 2,5 m ),
bila 1 pohon Jati Emas berumur 5 tahun menghasilkan 0.38 kubik
dan 1 kubik - nya seharga minimal Rp 3 juta, untuk 1 kubik kayu membutuhkan
3 batang Pohon Jati Emas, maka untuk 2000 bibit Jati Emas menghasilkan +/-
760 kubik kayu Jati Emas, dapat dibayangkan 1 bibit Jati Emas seharga Rp
15.000,00 dalam lima tahun dapat menghasilkan Rp 1.140.000,00 dan untuk 2000
bibit Jati Emas menghasilkan Rp 2,28 milyar, dan ini hanya
merupakan perhitungan kasar minimal 1kubik = Rp 3 juta. Belum lagi hasil
dari Tumpang Sari tanaman lain selama 5 tahun ( Pisang, Pepaya, Kacang, dsb
) yang tidak akan mempengaruhi pertumbuhan Jati Emas tersebut. Untuk 1
hektar tanah membutuhkan hanya 1 orang karyawan. Bila setiap bulannya
membayar Rp 350.000,00 maka dalam satu kali panen hanya
membutuhkan biaya Rp 21 juta untuk karyawan. Total biaya yang dibutuhkan
selama satu kali panen termasuk bibit Jati Emas dan Tanaman Tumpang Sari
hanya +/- Rp 65.000.000,- ini semua akan ter-cover dengan hasil Tumpang Sari
setiap tahunnya. Dan perawatan intensif hanya sampai umur 1- 2 tahun.
Perhitungan hasil Tumpang Sari, misalkan Tanaman Tumpang Sari berupa Pisang
Tanduk 2000 pohon. Penghasilan tahun pertama +/- 8 bulan kemudian, 2000
tandan x Rp 10.000,- = Rp 20.000.000,- , untuk tahun ke-2 dan seterusnya
sampai tahun ke-5 ( setiap pohon pisang merumpun dengan 3 tandan
per-rumpun ) = 2000 pohon x Rp 10.000,- x 4 tahun x 3 = Rp 240.000.000,- per
4 tahun atau Rp 60.000.000,- pertahun.
Dari hasil Tumpang Sari dapat digunakan untuk membayar Karyawan dan
perawatan Jati Emas yang sekaligus merawat Tanaman Tumpang Sari.
Biaya yang dikeluarkan sebanyak Rp 65.000.000,- selama 5 tahun tidak ada
artinya bila dibandingkan penghasilan yang didapat selama 5 tahun ( Rp 2,28
m ditambah Rp 260 juta = Rp 2,54 m ). Pendapatan bersih Rp
2,475 m.

Bila dilihat dari hasil perhitungan diatas tidaklah melepas kemungkinan
untuk menyewa atau kontrak lahan, bila kita asumsikan harga sewa / kontrak 1
hektar lahan selama 6 - 7 tahun sebesar +/- Rp 10 juta s/d Rp 30 juta
. Maka pendapatan bersih penanaman Jati Emas dengan menyewa 1 hektar lahan
dengan harga Rp 30 juta menjadi Rp 2,445 m.

Jati Emas sangat mudah dalam penanaman dan perawatan, tidak rewel dan tahan
penyakit, dapat ditanam pada lahan dengan kriteria :
* Kondisi tanah : Jati Emas tumbuh di tanah yang memiliki curah hujan
1200-2500 mm / tahun
* Temperatur 19 - 36i tumbuh derajat celcius.
* Cahaya : 75 - 100 %
* Dapat tumbuh disemua jenis tanah dengan ketinggian 0 - 900 m,
kecuali tanah gambut / rawa ( untuk tanah antara 1000 - 1100 m akan kami
usahakan ).
* Ph tanah : 5 - 8
* Salah satu unsur yang paling banyak diserap pohon jati ialah kapur (
Ca ).

Tidak ada aturan khusus dalam penanaman Jati Emas ini, tahap awal hanya
melakukan :

* Bila di lahan yang ingin ditanami terdapat pohon rindang tidak perlu
dulu ditebang, agar bibit Jati Emas tidak terkena sinar matahari langsung.
* Pembuatan lubang ukuran 30x30x30 cm dengan jarak 2 x 2.5m, ini dapat
dikerjakan kurang lebih dalam waktu 1 - 2 minggu.
* Pengadaan Pupuk kandang, Pupuk kandang yang mudah didapat kotoran
Kambing , 1 lubang diberikan +/- 3 kg kotoran kambing. Kotoran kambing dapat
diperoleh dari peternak kambing terdekat ( soalnya dari pada tidak terpakai
mereka biasanya akan menjual dengan harga murah ).
* Tempatkan bibit yang sudah ada pada tempat yang sejuk dan terus
disiram sampai proses pembuatan lubang selesai.
( Keadaan ini akan membantu bibit untuk beradaptasi terhadap lingkungan
barunya ).


Proses penanaman Jati Emas sama seperti tanaman yang lainnya dan tidak
memerlukan keahlian khusus, tetapi disini kami menyediakan beberapa pupuk
tambahan, obat dan vitamin untuk ketahanan Jati Emas, dan kami akan membantu
mengajari cara penanamannya.

Aturan main penanaman :

* Lubang digali dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm ( lebar dan kedalaman )
dengan jarak 2 x 2,5 m.
* Pada saat penggalian lubang, tanah galian dibagi 2 bagian ( dipisah
) ; 15 cm tanah atas ditaruh disebelah kanan dan 15 cm tanah yang bawah
sebelah kiri ( ini dilakukan agar pada saat penanaman tidak tertukar antara
tanah atas dan tanah bawah ).
* Diamkan kurang lebih selama 3 - 5 hari agar gas yang ada pada tanah
menguap dan ini sangat berpengaruh pada tanaman.
* Gunting separuh daun - daun yang ada pada bibit dan sisakan 2 daun (
hal ini dilakukan agar konsentrasi pertumbuhan pada saat tanam ada pada daun
baru ).
* Setelah 3 - 5 hari ( tahap penanaman ),
1. Campur tanah yang bagian atas dengan pupuk kandang dan
dimasukkan kedalam lubang, yang sebelumnya sekitar lubang bagian dalam sudah
ditaburi furadan +/- 1 sendok teh.
2. Setelah itu campurkan vitamin ( 1 tutup botol dengan 10
liter air ) dan siramkan pada campuran tanah dan pupuk kandang yang telah
dimasukkan kedalam lubang sebanyak 2 gayung dan diaduk.
3. Masukkan bibit dan taruh pupuk tambahan sejajar dengan tajuk
daun.
4. Timbun lubang dengan tanah bagian bawah pada saat penggalian
awal.
5. Setelah lubang tertutup, siramkan dengan obat anti penyakit
dan hama ( 1 tutup botol dengan 10 liter air ) sebanyak 2 gayung.
* Proses perawatan .
1. Potong tunas - tunas baru agar konsentrasi pertumbuhan ada
pada batang ( lurus keatas ), hal ini terus dilakukan sampai sampai
kurang lebih berumur 1 tahun.
2. Setiap 3 bulan sekali ulangi pemberian pupuk tambahan.
3. Periksa keadaan daun bagian bawah, bila terdapat bintik -
bintik putih ( serbuk ) semprot daun bagian bawah dengan obat hama biasa
digunakan decis.

Keadaan Jati Emas di lahan Anda akan kami kontrol setiap bulannya mulai dari
0 bulan tanam sampai panen dan bila terjadi hal - hal yang aneh dengan Jati
Emas Anda, Anda dapat menghubungi kami kapan saja dan kami akan melihat dan
membantu memecahkan masalahnya.

Jati Emas merupakan tanaman keras yang kemungkinan kegagalannya kecil
sehingga untuk persentase tingkat keberhasilan tinggi, hal ini tentu
didukung dengan kesungguhan, keseriusan, kemauan, kedisiplinan dan
pengetahuan Agribisnis yang memadai ( untuk hal yang terakhir akan ada bila
point - point sebelumnya sudah kita miliki ), biar bagaimanapun sesuatu yang
kita tekuni akan menghasilkan hasil yang memuaskan.
Lahan bekas tanaman Jati Emas tidak akan bermasalah, dan biasanya pembeli
hanya membeli batangnya saja sedangkan akarnya kita dapat jual kembali.

Kami akan membantu pemasaran agar mempermudah menjual hasil panen Jati Emas
Anda. Biasanya Kayu Jati sudah ditunggu oleh Assosiasi Mebel dan Furniture.
Aspek Pasar dari Jati Emas sangat terbuka luas dan sangat dibutuhkan sebagai
komoditas ekspor maupun pasar lokal. Kebutuhan Jati domestik mencapai 2,5
juta m3, tetapi kemampuan suplai baru mencapai 800.000 m3 ( Data Departemen
Pertanian thn 2000 ).
Kurangnya Stock Jati di hutan - hutan alam dan pemberlakuan sertifikat
Ecolabelling serta kejelasan identitas Kayu Jati bagi kebutuhan Ekspor
merupakan pertimbangan khusus bagi jalannya usaha pembudidayaan Jati Emas
ini. Kami akan memberikan sertifikat atas tanaman Jati Emas Anda yang isinya
meliputi Pemilik, Mulai tanam, Jenis Jati.

Kami menyediaan Bibit Jati Emas Unggulan, dan jasa perawatan bibit Jati Emas
mulai dari penanaman bibit sampai panen, juga membantu memasarkan hasil
panen Jati Emas tersebut ( untuk hal yang terakhir ini adalah merupakan hal
yang sangat penting untuk apa menanam bila hasilnya tidak dapat dipasarkan
), semua ini sudah termasuk harga per-bibit Jati Emas Rp 15,000.00.
Sebagai tambahan Jati Emas ini bijinya tidak dapat dibibitkan kembali, dan
bila ingin dibibitkan kembali umur panennya tidak bisa mencapai lima tahun (
sudah seperti Jati Lokal ).

Tidak ada batas minimal dalam pembelian bibit tetapi kami hanya dapat
mengirimkan bibit secara gratis bila pembelian diatas 1000 bibit ( P. Jawa )
, 2000 bibit ( Luar Jawa ) dan bila ada kerusukan bibit selama pengiriman
tanggung jawab kami.

Banyak bibit Jati Emas yang sudah beredar karena pembibitan ulang tadi,
tetapi untuk yang bisa mencapai hasil seperti diatas hanya kami yang dapat
menjaminnya ( dalam waktu 3 bulan dari penanaman bibit Jati Emas akan
mencapai ketinggian 3 meter ). Dan kami akan mengirim tenaga ahli apabila
terjadi hal-hal aneh terhadap tanaman Jati Emas Anda.

Namun bagi yang tidak memiliki waktu, tenaga dan fikiran untuk beragribisnis
Jati Emas, kami menyediakan sarana untuk menjadi investor Jati Emas, dengan
bentuk penanaman dana kami sebesar Rp 150 juta, dengan masa kontrak 5 tahun
kami akan memberikan tanah seluas 1 hektar ( bersertifikat ) dengan bibit
sebanyak 2000 pohon Jati Emas dan tanaman tumpang sari, mulai tahun kedua
investor akan menerima penghasilan Tumpang sari dengan pembagian 40:40:20 (
investor : pengelola : perawatan ), serta penghasilan dari Jati Emas seluas
1 hektar dan tanah seluas 1 hektar bersetifikat akan menjadi milik investor.
Perjanjian lengkap, aman dan jelas Hak dan kewajiban di Notaris. Lokasi
tanam di Cikidang - Sampora Sukabumi.

Cari Situs: Powered by: MesinPencari.com

Terima kasih,

Last Updated ( Tuesday, 17 February 2009 )
Read more...
 
Kelapa Sawit
Written by Administrator   
Monday, 12 April 2004

1. PENDAHULUAN
Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi. PT. Natural Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa sawit secara Kuantitas, Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

II. SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm. Temperatur optimal 24-280C. Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m dpl. Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.
2.2. Media Tanam
Tanah yang baik mengandung banyak lempung, beraerasi baik dan subur. Berdrainase baik, permukaan air tanah cukup dalam, solum cukup dalam (80 cm), pH tanah 4-6, dan tanah tidak berbatu. Tanah Latosol, Ultisol dan Aluvial, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Penyemaian
Kecambah dimasukkan polibag 12x23 atau 15x23 cm berisi 1,5-2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Kecambah ditanam sedalam 2 cm. Tanah di polibag harus selalu lembab. Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan.
Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40x50 cm setebal 0,11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0,5 tutup per liter air. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90x90 cm.

3.1.2. Pemeliharaan Pembibitan
Penyiraman dilakukan dua kali sehari. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Bibit tidak normal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan.
Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut :

Pupuk Makro
> 15-15-6-4Minggu ke 2 & 3 (2 gram); minggu ke 4 & 5 (4gr); minggu ke 6 & 8 (6gr); minggu ke 10 & 12 (8gr)
> 12-12-17-2Mingu ke 14, 15, 16 & 20 (8 gr); Minggu ke 22, 24, 26 & 28 (12gr), minggu ke 30, 32, 34 & 36 (17gr), minggu ke 38 & 40 (20gr).
> 12-12-17-2Minggu ke 19 & 21 (4gr); minggu ke 23 & 25 (6gr); minggu ke 27, 29 & 31 (8gr)
> POC NASAMulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali).


Catatan : Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPER NASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman

3.2. Teknik Penanaman
3.2.1. Penentuan Pola Tanaman
Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.

3.2.2. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50x40 cm sedalam 40 cm. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. Jarak 9x9x9 m. Areal berbukit, dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi lereng.

3.2.3. Cara Penanaman
Penanaman pada awal musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur. Sehari sebelum tanam, siram bibit pada polibag. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman. Segera ditimbun dengan galian tanah atas. Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.

3.3. Pemeliharaan Tanaman
3.3.1. Penyulaman dan Penjarangan
Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan. Populasi 1 hektar + 135-145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari.

3.3.2. Penyiangan
Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma.

3.3.3. Pemupukan


3.3.4. Pemangkasan Daun
Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu:
a. Pemangkasan pasir
Membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan.
b. Pemangkasan produksi
Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan.
c. Pemangkasan pemeliharaan
Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai.

3.3.5. Kastrasi Bunga
Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.

3.3.6. Penyerbukan Buatan
Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah, dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga.
a. Penyerbukan oleh manusia
Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka, warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir.

Cara penyerbukan:
1. Bak seludang bunga.
2. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium, semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer.
b. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit
Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar, bentuk buah lebih sempurna, produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%.

3.4. Hama dan Penyakit
3.4.1. Hama
a. Hama Tungau
Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Bagian diserang adalah daun. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.

b. Ulat Setora
Penyebab: Setora nitens. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona.

3.4.2. Penyakit
a. Root Blast
Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Bagian diserang akar. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO.

b. Garis Kuning
Penyebab: Fusarium oxysporum. Bagian diserang daun. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal.

c. Dry Basal Rot
Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian diserang batang. Gejala: pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering; daun muda mati dan kering. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .

3.5. Panen
3.5.1. Umur Panen
Mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.

Last Updated ( Tuesday, 17 February 2009 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Results 1 - 4 of 10

Polling

Apakah anda juga termasuk orang yang suka dengan tanaman...
 

Jam Saat Ini

Koleksi Photo

Copyright 2012 www.bukit-hijau.comyr.com.